CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Rabu, 21 Mei 2008

Pengapian Honda Vario

Pengapian Honda Vario

Source : Google.com

Sistem pengapian Honda Vario memang yang paling canggih. Fungsinya bukan hanya sebagai umpan api ke busi, tapi juga memiliki fungsi lainnya. Untuk mengatur pemutus arus listrik di standar samping, sensor di tuas rem untuk electric starter sampai lampu indicator suhu. Semua diatur lewat kotak pengapian.

Sehingga tidak mengherankan jika CDI Vario disebut Electronic Control Modul (ECM). Karena menggabungkan tugas CDI dan fungsi Control Unit (pengatur) melalui sebuah processor sebagai otaknya. Selain itu juga ada auto choked di karburator yang bekerja melalui perintah ECM setelah membaca temperature di bawah 40oC dari sensor suhu. Makanya saat dingin atau pagi, putaran mesin jadi tinggi. Begitu suhu diatas 40oC, rpm kembali langsam normal.

Termasuk menghindari dynamo starter rusak saat tombol electric starter dipencet. ECM membatasi mengumpan api ke busi dari 1.000 hingga 1.500 rpm saja. Kalau dynamo berputar lebih dari 1.500 rpm, hentakan dengan kruk as membuat rusak gigi dynamo starter.

Tidak mengherankan karena banyaknya tugas ECM Vario, jumlah colokan soket berjumlah 18. Bandingkan dengan CDI biasa yang hanya 5 colokan untuk masa, kunci kontak, pulser, sepul pengapian dank koil.

Artinya utak-atik sistem kelistrikan Vario yang tidak hati-hati bisa berujung mesin tidak akan hidup sehingga rusaknya ECM. Maklum semua sensor menuju ke kotak elektronik, salah potong kabel bisa berakibat parah. Jadi jangan main-main dengan ECM Vario.

Kotak pengapian Vario mirip CDI dual band yang bekerja secara otomatis, tanpa perlu pencet tombol. ECM Vario memiliki dua timing pengapian yang diatur dari bukaan gas. Begitu gas dibuka sedikit maka menggunakan kurva pengapian irit, kalau gas dibetot pindah ke kurva yang kencang.

Ini dikarenakan magnet Vario memiliki dua tonjolan untuk pulser berjarak 16 mm satu sama lain. Tonjolan pertama panjang 7 mm, yang kedua yaitu 38 mm. Saat rpm rendah, beda jarak antar tonjolan terbaca jauh oleh pulsar, semakin kencang maka terbaca semakin rapat, ini yang mengontrol pemilihan kurva pengapian.

Belum lagi processor ECM Vario yang bisa menghasilkan dua ledakan sekaligus saat busi memercikkan api atau dual spark. Juga CDI tidak bekerja saat tegangan kelewat rendah (auto low voltage protection).

0 komentar: