CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Minggu, 18 Mei 2008

Sejarah indramayu

Sejarah
Prasasti Aria Wiralodra
Pra Tahun 1527.
Periode Tahun 1527 - 1990.
Indramayu Masa Yang Akan Datang.

1. Prasasti Aria Wiralodra.

Nanging Benjing Allah Nyukani,
Karahmatan Kang Linuwih,
Darma Ayu Mulih Harja,
Tan Ana Sawiji-wiji,
Pertelanya,
Yen Wonten Taksaka Nyabrang Kali Cimanuk,
Sumur Kajayan Dres Mili,
Delupak Murub Tanpa Patra,
Sadaya Pan Mukti Malih,
Ing Sakehing Negara Pada Harja

(ARIA WIRALODRA)

Terjemahan dalam Bahasa Indonesia

Akan tetapi kelak nanti Allah melimpahkan,
rakhmat-Nya yang belimpah,
Darma Ayu kembali makmur,
tak ada suatu hambatan,
tandanya,
jika ada ular menyeberang Kali Cimanuk,
sumur kejayaan mengalir deras,
lampu menyala tanpa minyak,
semua kembali makmur,
manunggal dengan prajurit,
membantu penguasa,
hidup aman dan tenteram,
semua kembali makmur,
seluruh negara hidup makmur

(Aria Wiralodra)



<>

2. Pra Tahun 1527.

Seorang putera Tumenggung Gagak Singalodra dari Bagelen Jawa Tengah bernama Raden Wiralodra yang mempunyai garis keturunan dari Majapahit dan Pajajaran, dalam tapabratanya di Kaki Gunung Sumbing, mendapat wangsit, yaitu "Hai Wiralodra, apabila engkau ingin berbahagia berketurunan di kemudian hari, pergilah merantau kearah matahari terbenam dan carilah lembah Sungai Cimanuk. Manakala telah tiba disana, berhenti dan tebanglah belukar secukupnya untuk mendirikan pedukuhan dan menetaplah disana. Kelak tempat itu akan menjadi subur dan makmur serta 7 keturunanmu akan memerintah disana". Dalam kepergiannya melaksanakan wangsit tersebut Raden Wiralodra ditemani Ki Tinggil dan berbekal senjata Cakra Udayana.

Tokoh-tokoh lain dalam pendirian pedukuhan dimaksud adalah Nyi Endang Dharma yang cantik dan sakti, Aria Kemuning putera Kigedeng Lurah Agung yang diangkat putera oleh Ong Tion istri Sunan Gunung Jati,m Ki Buyut Sidum/Kidang Pananjung seorang pahlawan panakawan Sri Baduga dari Pajajaran, Pangeran Guru seorang pangeran dai Palembang yang mengajarkan ilmu kanuragan dengan 24 muridnya.

Pedukuhan tersebut berkembang dan diberi nama "Dharma Ayu" oleh Raden Wiralodra, yang diambil darei nama seorang wanita yang dikagumi karena kecantikan dan kesaktiannya "Nyi Endang Dharma", serta dapat diartikan "Kewajiban Yang Utama" atau "Tugas Suci".

Pedukuhan Cimanuk yang diberi nama "Dharma Ayu" yang kemudian berubah menjadi "Indramayu", setelah terbebas dari kekuasaan Pajajaran pada tahun 1527, diproklamirkan berdirinya oleh Raden Wiralodra pada hari Jum'at Kliwon tanggal 1 Muharam 934 H atau 1 Syuro 1449 S dan jatuh pada tanggal 7 Oktober 1527. Titimangsa tersebut resmi sebagai "Hari Jadi Indramayu", telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 1977.



<>

3. Periode Tahun 1527 - 1990.

Setelah 1527, daerah Indramayu terbagi dalam 3 Propinsi, yaitu :
Propinsi Singapura, meliputi sebelah timur sampai Sungai Kamal.
Propinsi Rajagaluh, meliputi daerah tengah sampai Jatitujuh.
Propinsi Sumedang, meliputi bagian barat sampai Kandanghaur.

Pada masa ini, berada dalam kekuasaan Kerajaan Demak tahun 1546, menjadi bagian Kesultanan Cirebon tahun 1615, sebelah timur Sungai Cimanuk menjadi bagian Kesultanan Cirebon dan bagian baratnya termasuk dalam wilayah Kerajaan Mataram.

Tahun 1681, mulai dikuasai Kompeni, jaman Pemerintahan Daendels (1806-1811), daerah sebelah barat Sungai Cimanuk dimasukan dalam Prevektur Karawang dan sebelah timurnya masuk Prevektur Cirebon Utara. Pada jaman Kompeni, menjadi ajang pertempuran segi tiga Kompeni, Mataram dan Banten.

Tahun 1705 daerah Indramayu jatuh kedalam kekuasaan Kompeni/Belanda seluruhnya. Seperti halnya dengan daerah-daerah lain, Indramayu mempunyai perjalanan yang sama berada dalam kekuasaan penjajah.

Namun demikian dalam bidang ekonomi Indramayu sudah menampakan kekuatannya sejak dulu, yang anatar lain dibuktikan sebagai kota pelabuhan, baik antar pulau maupun untuk keperluan ekspor. Kapal-kapal pengangkut produksi Indramayu berupa hasil pertanian dan perikanan, berlabuh disepanjang Sungai Cimanuk di Kota Indramayu. Deretan gudang yang masih tersisa berjejer disepanjang Kali Cimanuk, merupakan salah satu bukti akan kebesaran tersebut.

Dibalik kebesaran tersebut, pada masa-masa Pra Repelita dengan sumber daya alam yang belum terjamah tangan-tangan pembangunan, Indramayu sempat mendapat julukan yang menantang untuk dipecahkan, yaitu Daerah Busung Lapar dan Daerah Banjir.

Julukan negatif tersebut tidak melekat lama di Indramayu. Roda-roda Pelita I sampai dengan Pelita III, berhasil mengangkat kembali kebesaran Indramayu dengan bukti perolehan penghargaan tertinggi keberhasilan pembangunan, berupa "Para Samya Purna Karya Nugraha", pada akhir Pelita III.

Adanya Bendungan Jatiluhur sebagai sumber pengairan lahan sawah bagian barat dan Bendungan Sungai Cimanuk di Rentang sebagai sumber pengairan lahan sawah bagian timur serta beberapa bendung kecil, seperti Sungai Cipanas, Lebiah dan Situbolang serta Waduk Cipancuh di Kecamatan Haurgeulis, telah mampu merubah wajah Indramayu dari wajah busung lapar menjadi "Lumbung Beras Jawa Barat" bahkan untuk keperluan Nasional.

Disamping itu, minyak dan gas bumi yang terkandung dalam bumi Indramayu yang mulai dieksploitasi Pertamina pada periode 1970-an, lebih memantapkan kokohnya posisi Indramayu untuk berbicara dipercaturan pembangunan ekonominya. Tindak eksploitasi pada struktur Jatibarang, Cemara, Cemara Barat, Cemara Timur, Kandanghaur Timur, Tugu Barat, Kandanghaur Barat dan lepas pantai, telah mencapai jumlah sumur 224 buah.

Gas bumi sebanyak 239,65 MMSCF telah disalurkan ke Krakatau Steel Cilegon, Pupuk Kujang Cikampek, Indocement, Semen Cibinong, PGN Jakarta, Pabrik Semen Palimanan dan PGN Cirebon. Bagi kepentingan pelayanan delam negeri, telah terbangun Pusat Perbekalan Dalam Negeri sekaligus dengan Terminal Crude (Pelabuhan Minyak) di Kecamatan Balongan-Indramayu. Produksi minyak dan gas bumi tersebut, telah diramal lebih dahulu oleh pendiri Indramayu, serta dituliskan di atas daun lontar, yang di kenal dengan nama Prasasti Aria Wiralodra (seperti tersebut di atas).


<>

4. Indramayu Masa Yang Akan Datang.

Motto juang "Indramayu Mulia Asri", dapat diartikan :
Mulia, suatu tatanan masyarakat adil makmur dalam keseimbangan material dan spiritual yang tumbuh dan berkembang atas kekuatan sendiri dan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
Asri, tatanan masyarakt dengan taraf hidup dan kehidupan serta lingkungan yang makin baik.

Dengan tetap mempertahankan dan meningkatkan predikat "Lumbung Beras Jawa Barat", Indramayu akan memasuki babak baru, yaitu industrialisasi. Konsentrasi kebutuhan BBM di Jawa Barat dan DKI Jakarta sebesar 54,00 % kebutuhan BBM di Jawa atau 35,00 % kebutuhan Nasional, menentukan posisi Balongan ditunjuk sebagai lokasi Kilang Minyak Exor-I (Export Oriented Refinery I).

Dampak adanya Kilang Exor-I Balongan, baik selama masa konstruksi maupun periode operasinya, diantaranya adalah :
Timbulnya industri hilir.
Peningkatan konsentrasi industri.
Peningkatan peredaran uang.
Peningkatan pendapatan masyarakat.
Perkembangan Kota Indramayu, Karangampel dan Jatibarang.
Perkembangan sektor lain sebagai sarana penunjang, antara lain perkembangan pariwisata.

Pembangunan sektor agraris yang sejalan dengan sektor industri serti didukung oleh sektor-sektor lainnya, diharapkan akan mampu mempercepat terciptanya tatanan masyarakat yang "Mulia Asri", seperti tercantum pada tata kehidupan masyarakat yang tertib, aman dan sejahtera (Tibmantra).

Indramayu bersama-sama dengan rekan-rekan Daerah Tingkat II di Jawa Barat, telah sepakat untuk mempertahankan keberadaan "Para Samya Purna Karya Nugraha" pada Pelita VI, tetap Jawa Barat dalam peringkat teratas.

0 komentar: