CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Rabu, 21 Mei 2008

SHARING TIPS! – CARA AMAN MELEWATI BANJIR UNTUK MOTOR

CARA AMAN MELEWATI BANJIR UNTUK MOTOR

Musim hujan kembali datang, menurut prakiraan curah hujan oleh BMG, di bulan Februari ini hujan akan terus turun di bulan januari ini. Pemerintah dan masyarakat setempat mulai sibuk ‘mensiasati’ hujan yang berpotensi banjir ini agar terhindar atau setidaknya mengurangi resiko banjir yang parah.

Salah satu alternative kendaraan yang masih dapat diharapkan meskipun masih rentan terhadap resiko kerusakan adalah kendaran roda dua, hal ini disebabkan oleh kendaraan roda dua dengan bentuknya yang lebih kecil dapat membelah kemacetan yang disebabkan kendaraan roda empat yang ‘mengantri’ melewati daerah banjir, disamping bentuknya yang lebih kecil, mesinnya pun lebih sederhana, sehingga masih ‘mungkin’ untuk ‘diakali’.


Berikut adalah beberapa tips yang mungkin bermanfaat untuk mensiasati banjir di Jakarta:

Persiapan

Sebelum memulai aktifitas dengan motor, ada baiknya untuk mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut :

a. Cek bensin!, pastikan bensin dalam keadaan penuh untuk mengantisipasi kebutuhan bahan bakan apabila harus mencari jalan yang bebas banjir atau hendak melewati banjir, jangan sampai kehabisan bensin di daerah banjir yang jauh dari pom bensin.
b. Cek kondisi kesehatan mesin, pastikan mesin dalam keadaan sehat, jangan mengambil resiko membawa kendaraan yang ‘kurang sehat’ saat hujan atau banjir.
c, Bawa tools/peralatan mekanik praktis terutama kunci busi, obeng (untuk membuka karburator).
d. Siapkan busi cadangan, simpan dalam tempat yang aman dari basah/lembab
e. Siapkan kantong plastic, kain kering/kanebo dan pengikat (karet/tali)

Saat bertemu dengan banjir….jangan panik!, lakukan beberapa hal berikut:
a. Survey Medan/lokasi, pertama yang harus dipertimbangkan adalah ketinggian air, pastikan air tidak lebih tinggi dari kendaraan anda (maksimal setengahnya), kemudian jarak banjir, hal ini sangat membutuhkan pengetahuan lokasi, apabila anda baru pertama kali lewat daerah situ dan tidak terlalu yakin dengan medan yang akan dilalui, pertimbangkan mencarai jalan lain (hati2 selokan/sungai yang terlihat sama tinggi dengan jalan yang akan dilalui)
b. Apabila hasil survey meyakinkan anda memutuskan untuk melaluinya, matikan motor dan biarkan mesin dingin.
c. Tutup lubang knalpot dengan plastic dan ikat kuat dengan tali atau karet yang tlah dipersiapkan terlebih dahulu
d. Buka kepala busi dan tutup dengan plastic, kemudian pasang kembali.
e. Pastikan tanki bensin dalam posisi tertutup
f. Setelah persiapan selesai, tuntun motor anda melewati banjir hingga lokasi yang kering.

Setelah melewati banjir, jangan langsung di start!...tunggu dulu, lakukan beberapa hal berikut :
a. Pastikan karburator bebas air, caranya keluarkan residu bensin pada karburator dengan menggunakan obeng plus atau minus sesuai jenis karburator motor anda, air dan bensin tidak dapat menyatu maka air akan terlihat seperti gelembung2 udara, kemudian tutup kembali, buka kran bensin beberapa saat kemudian tutup kembali dan buka kembali residu, lakukan hal ini berulang-ulang hingga air sudah tidak ada (tidak ada gelembung)
b. Buka plastic knalpot
c. Buka plastic pada kepala busi, pastikan kepala busi & busi dalam keadaan kering, apabila busi basah, ganti busi dengan yang kering
d. Nyalakan mesin dengan menggunakan kick starter, apabila motor anda tidak memiliki kick starter, pastikan kabel2 ke aki dalam keadaan kering sebelum menekan tombol e. e. start.
f. Panaskan mesin hingga keadaan stabil.

Musim hujan kembali datang, menurut prakiraan curah hujan oleh BMG, di bulan Februari ini hujan akan terus turun di bulan januari ini. Pemerintah dan masyarakat setempat mulai sibuk ‘mensiasati’ hujan yang berpotensi banjir ini agar terhindar atau setidaknya mengurangi resiko banjir yang parah.

Salah satu alternative kendaraan yang masih dapat diharapkan meskipun masih rentan terhadap resiko kerusakan adalah kendaran roda dua, hal ini disebabkan oleh kendaraan roda dua dengan bentuknya yang lebih kecil dapat membelah kemacetan yang disebabkan kendaraan roda empat yang ‘mengantri’ melewati daerah banjir, disamping bentuknya yang lebih kecil, mesinnya pun lebih sederhana, sehingga masih ‘mungkin’ untuk ‘diakali’.


Berikut adalah beberapa tips yang mungkin bermanfaat untuk mensiasati banjir di Jakarta:

Persiapan

Sebelum memulai aktifitas dengan motor, ada baiknya untuk mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut :

a. Cek bensin!, pastikan bensin dalam keadaan penuh untuk mengantisipasi kebutuhan bahan bakan apabila harus mencari jalan yang bebas banjir atau hendak melewati banjir, jangan sampai kehabisan bensin di daerah banjir yang jauh dari pom bensin.
b. Cek kondisi kesehatan mesin, pastikan mesin dalam keadaan sehat, jangan mengambil resiko membawa kendaraan yang ‘kurang sehat’ saat hujan atau banjir.
c, Bawa tools/peralatan mekanik praktis terutama kunci busi, obeng (untuk membuka karburator).
d. Siapkan busi cadangan, simpan dalam tempat yang aman dari basah/lembab
e. Siapkan kantong plastic, kain kering/kanebo dan pengikat (karet/tali)

Saat bertemu dengan banjir….jangan panik!, lakukan beberapa hal berikut:
a. Survey Medan/lokasi, pertama yang harus dipertimbangkan adalah ketinggian air, pastikan air tidak lebih tinggi dari kendaraan anda (maksimal setengahnya), kemudian jarak banjir, hal ini sangat membutuhkan pengetahuan lokasi, apabila anda baru pertama kali lewat daerah situ dan tidak terlalu yakin dengan medan yang akan dilalui, pertimbangkan mencarai jalan lain (hati2 selokan/sungai yang terlihat sama tinggi dengan jalan yang akan dilalui)
b. Apabila hasil survey meyakinkan anda memutuskan untuk melaluinya, matikan motor dan biarkan mesin dingin.
c. Tutup lubang knalpot dengan plastic dan ikat kuat dengan tali atau karet yang tlah dipersiapkan terlebih dahulu
d. Buka kepala busi dan tutup dengan plastic, kemudian pasang kembali.
e. Pastikan tanki bensin dalam posisi tertutup
f. Setelah persiapan selesai, tuntun motor anda melewati banjir hingga lokasi yang kering.

Setelah melewati banjir, jangan langsung di start!...tunggu dulu, lakukan beberapa hal berikut :
a. Pastikan karburator bebas air, caranya keluarkan residu bensin pada karburator dengan menggunakan obeng plus atau minus sesuai jenis karburator motor anda, air dan bensin tidak dapat menyatu maka air akan terlihat seperti gelembung2 udara, kemudian tutup kembali, buka kran bensin beberapa saat kemudian tutup kembali dan buka kembali residu, lakukan hal ini berulang-ulang hingga air sudah tidak ada (tidak ada gelembung)
b. Buka plastic knalpot
c. Buka plastic pada kepala busi, pastikan kepala busi & busi dalam keadaan kering, apabila busi basah, ganti busi dengan yang kering
d. Nyalakan mesin dengan menggunakan kick starter, apabila motor anda tidak memiliki kick starter, pastikan kabel2 ke aki dalam keadaan kering sebelum menekan tombol e. e. start.
f. Panaskan mesin hingga keadaan stabil.

0 komentar: