CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Rabu, 21 Mei 2008

Tips & Trik Satria FU 150

Atasi Mesin Berisik

Saduran dari ssfc.or.id Dikirim oleh admin

Senin, 11-September-2006, 13:05:23


PERHATIAN :
Redaksi tidak bertanggung jawab atas hasil kerja yang dilakukan berdasarkan tips di bawah ini. Oleh karena itu tips di bawah ini lebih tepat dilakukan bersama dengan mekanik yang terlatih dan dipercaya.

Sebenarnya mesin berisik ada beberapa penyebab. Biasanya nih, mesin berisik disebabkan:
1. Katup yg berbunyi
2. Bunyi dari bagian piston
3. Bunyi dari bagian rantai timing
4. Bunyi dari bagian kopling
5. Bunyi dari bagian crankshaft
6. Bunyi dari bagian transmisi

Nah penyakit yang biasanya dihadapi satria FU 150 biasanya bersumber dari bagian rantai timing, bahasa umumnya rante keteng. Kenapa sih bisa bikin berisik? ya penyebabnya bisa karena rantainya sudah ‘uzur’ bin melar, sproket (gir)-nya aus, atau karena stelan rantainya tidak pas lagi alias perlu distel lagi kekencengannya.
Terus gimana sih solusinya nih? Males banget, motor keren eh bunyinya berisik banget. Huh!!!. Paniknya hati ini, melihat motor kesayangan bunyi mesinnya teriak2.
Sederhana sih solusinya, cukup dicek cam chain tension adjuster-nya bahasa gampangnya cek alat penyetel otomatis rante keteng. Cek apakah masih berfungsi atau tidak. Jika sudah tidak berfungsi maksimal ya memang musti diganti.
Jadi ngak perlu asal claim minta diganti. Kalo masih berfungsi, artinya perlu distel lagi tuh tensioner!.

Ente pasti nanya deh, yakin tuh gara2 tensionernya yg gak bener? Logikanya sih gini bro. Motor kita ini baru, kemungkinan cacat produksi memang ada, namun itu sangat kecil kemungkinannya. Apalagi perusahaan sekaliber Suzuki, pasti ngak sembarangan membuat suatu produk. Minimal mereka telah menerapkan quality control setaraf 6 sigma, bahasa umum dikalangan specialist quality control. Jadi rantai timing - rante keteng- kendor alias melar bin uzur ataupun kasus sproketnya yang aus karena masa pakai harian

Udah percaya kan ente-ente?..

Tuh kan nanya lagi, Bos, gimana nih ngecek kl tensioner adjuster masih berfungsi baik? bener kan, pasti nanya.

Gini nih caranya:

1.. Buka Cam Chain Adjuster Tensioner dari tempatnya. Gunakan kunci no 8.
2.. Setelah dibuka, dengan menggunakan obeng ( - )masukkan ke dalam celah tegangan rantai cam dan putar searah jarum jam untuk mengendorkan tegangan, kemudian lepaskan obeng ( - ).
3.. Untuk memastikan gerakan batang penekannya, bila batang penekannya macet/mekanisme pegasnya rusak ya harus diganti penyetel tegangan rantai keteng dengan yang baru.

Jadi, ngak melulu tensioner adjusternya musti diganti, cek dulu masih bekerja atau tidak. Jika masih bekerja, tinggal menyetel ketegangan rantai cam yang sesuai. Kalo sudah tidak berfungsi barulah diganti. Untuk berbagai kasus, penggantian ini biasanya gratis, karena masih dalam masa garansi.

OK, sekarang katakanlah cam chain tensioner adjuster masih berfungsi. Cara memasangnya gimana nih, apakah tinggal pasang aja atau perlu perhatian khusus?

Berikut ini langkah-langkah yang kudu duperhatikan pada saat akan memasang kembali alat tersebut.

1.. Sebelum memasang, pastikan pegas penegang sudah dikunci. Caranya dengan obeng (-) putar searah jarum jam.
2.. Putar Crankchaft pada arah yang normal untuk menghilangkan kekendoran rantai antara crank sproket dan exhaust sproket.
3.. Setelah memasang cam chain tension adjuster, putar obeng (-) berlawanan arah jarum jam. Pada saat cam chain tension adjuster berputar batang penegang akan terdorong oleh daya pegas dan menekan cam chain tension adjuster yang sekaligus menekan rantai cam.

Nah, begitu bro inpo-nye…

Ente boleh coba sendiri, tapi sebaiknya didampingi mekanik yang berpengalaman. Lebih aman sih bawa ke BERES, enter perhatiin cara kerjanya, bandingkan dengan tips di atas. Setelah itu COPY PASTE deh, maksudnye kerjain ndiri kl ada kasus begini lagi di rumah. Lumayan hemat 30 rebu + pajak. Hehehehehe…

Selamat mencoba!!

Kontributor: Adi Subagiono/SSFC-056
Penyelaras Akhir: pk/SSFC-003

Pasang Switch Rem pada Footstep Underbone

Saduran dari ssfc.or.id Dikirim oleh admin

Senin, 11-September-2006, 13:31:14

Akibat komorod alias korban mode road race, beberapa brother suka ganti footstep underbone. Sayang, penggantian itu sering mengabaikan unsur safety. Termasuk tidak pakai switch lampu rem. Saat sobat ngerem, otomatis lampu rem belakang nggak hidup. Siap-siap deh diseruduk mobil atau motor dari belakang.

Memang sih sudah ada swicth rem untuk tuas rem depan. Namun biar lebih aman, ada baiknya pasang juga di tuas rem belakang (gbr. 1).
“Cara pasang gampang dan murah,†tawar Jaya, mekanik Star Motor di Cileduk, Tangerang.

Tertarik? Silakan beli dulul switch rem depan. Misal kepunyaan Supra yang dibanderol Rp 15 ribu. Sediakan kabel setengah meter, soket cewek dan sediakan pelat tipis sebagai dudukan.

Langkah awal, bikin braket pelat tipis seperti huruf L. Kemudian pasang ke switch rem (gbr. 2). Setelah itu, ikatkan pelat tipis di lubang master rem (gbr. 3). Gunakan sekrup biar kuat.

Setiap motor pasti punya switch rem lama, nah bisa sambung langsung dengan kabel menuju swicth rem baru. Dua kabel yang keluar menuju kunci kontak dan lampu. Soket cewek tadi langsung plek dengan soket model cowok di switch rem (gbr. 4).

Beres itu bisa langsung coba! Saat ngerem, pastinya lampu langsung menyala. Safety, kan?

Gambar dapat dilihat di sini.

Sumber : Motor Plus Edisi No 356 / VI
24-31 December 2005, Photo By Heri Riswanto.

Disunting dan disesuaikan oleh : Adi / SSFC-056

Cegah Indikator RPM Drop

Saduran dari ssfc.or.id Dikirim oleh admin

Senin, 11-September-2006, 13:34:03


Beberapa pemilik FU yang telah mengganti CDI standarnya dengan CDI BRT ( CDI Cibinong ) kerap mengeluhkan indikator RPM yang mati mendadak ( ga mau muter ) setelah motornya dicuci atau terkena hujan. Biasanya kejadian seperti ini langsung dituduhkan kepada CDI BRT sebagai biang keladinya. Padahal kalau kita coba telusuri, kejadian ini timbul akibat salahnya posisi soket-soket kabel yang ada dibalik batok lampu.

Soket-soket tersebut ada yang menghadap keatas, sehingga dapat menampung air dan akibatnya terjadi konsleting pada terminal-terminalnya, ini yang mengakibatkan matinya indikator RPM.

Cara mengatasinya sangat mudah, cukup dengan menutup soket-soket tersebut dengan isolasi hitam yang biasa digunakan untuk menutup sambungan kabel listrik ( atau isolasi sejenisnya ). Langkah ini juga bermanfaat untuk menahan agar soket-soket tersebut tidak mudah lepas atau kendor.

Memang tips ini akan sedikit membikin repot jika kita akan melepas soket-soket tersebut, karena kita harus melepas lilitan isolasi yang menutupinya terlebih dahulu. Tapi jika kita memikirkan akibat fatal yang bisa terjadi, apa salahnya tips ini diterapkan.

Nah, jika anda sudah mencoba tips ini mudah-mudahan perasaan takut saat mencuci motor atau kehujanan bisa hilang karena indikator RPM tetap berfungsi dengan baik.

NB : Tips ini juga boleh juga diterapkan pada FU yang belum mengganti CDI nya.

Selamat mencoba.

Artikel kiriman : Tjoe ~ Back Us See
Disesuaikan oleh Adi/SSFC-056

Karburator, Busi,Koil

Saduran dari ssfc.or.id Dikirim oleh bigbank
Rabu, 13-April-2005, 10:24:02

Pertanyaan

Aku punya Suzuki Satria F150 dan berencana ingin ganti karburator.

1. Apa karburator motor 2-tak bisa dipakai ke motor 4-tak? cocoknya pakai tipe apa?
2. Apakah main jet dan pilot jet-nya harus diganti sesuai dengan standarnya?
3. Katanya karbu tipe flat slide lebih bagus dari round slide?
4. Saya juga ingin ganti busi racing. Merek dan tipe apa yang cocok untuk motor saya?
5. Apakah dengan mengganti koil dengan punya Thunder 250 berpengaruh banyak pada pengapian?

Trims buanyak buat semuanya.

Indra Laksana
Taman Kopo Indah
Blok 3A
Bandung 40218

Saran & Solusi

1. Bisa Karburator vakum standar F150 memang rada sayang untuk dijahili buat meningkatkan kecepatan. Solusinya bisa memilih karbu motor 2-tak. Anda bisa lirik karbu milik Yamaha RX-King (Mikuni 26 mm), Suzuki RGR (Mikuni 26 mm) atau Honda NSR150R (Keihin 28).

Namun untuk kemudahan mencari komponen karbu, seperti spuyer dan harga yang terjangkau, ada baiknya pilih Mikuni 26 mm. Tf1.Mikuni.
Tinggal pasang dan mudah didapat

2. Bukan diganti sesuai dengan standarnya, tetapi settingan diatur sesuai kebutuhan motor.

Untuk itu Anda mesti riset sendiri, misalnya saat memilih spuyer.
Karena masih baru, coba pilih main jet 130 dan pilot jet 20 buat patokan. Lantas nyalakan mesin dan tes jalan.

Baca kondisi ruang bakar dari busi. Jika belum pas karena campuran terlalu kaya atau miskin, silakan naik-turunkan spuyer.

3. Karburator flat side (kotak) atau round slide (bulat) punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karbu kotak dikenal lebih presisi dalam menakar bahan bakar.

Lantas karena bentuk skep kotak, kebocoran dari samping kanan kiri skep lebih bisa diminimalisasi.

Kekurangannya, spare part sulit dicari. Sedang karbu bulat, onderdil dan pilihan nosel sangat mudah ditemui dan bervariasi.
Hanya untuk kepresisian agak di bawah kotak.

4. Busi dingin atau biasa disebut busi racing punya karakter melepas panas dengan cepat.
Cocok buat motor yang dibawa dalam kecepatan tinggi atau kondisi ekstrem secara terus menerus.
Nah apakah motor Anda dikendarai dalam kondisi seperti itu?

Jika tidak bakal percuma. Soalnya jika dipaksa ganti dengan tipe dingin, busi akan cepat mati.

Sayang uang Anda, apalgi busi dingin agak susah didapat dan harganya mahal.

Sekadar panduan, busi standar F150 yakni NGK CR8E atau Denso U24ESR-N. Jika mau yang dingin, pilih dengan kode angka lebih tinggi.

5. Koil saja tidak cukup. Karena masih ada CDI, aki atau kumparan yang menentukan besar kecilnya pengapian

Sumber: Tabloid OTOMOTIF
Edisi 49 : XIV - 11 April 2005

Tips Jitu Atasi Knalpot Mbrebet!!

Saduran dari ssfc.or.id Dikirim oleh adi

Jumat, 28-Januari-2005, 12:04:58


Keluhan mendasar buat penunggang bebek gambot ini adalah penyakit knalpot mbrebet. Artikel berasal dari sekumpulan email yang beredar di milis.. selamat mencoba

Dari beberapa message terungkap ada sedikit kelemahan yang cukup banyak dialami para pemilik baru bebek gambot ini. Keluhan yang banyak dituliskan adalah knalpot sering mbrebet di putaran bawah. Berikut ini kumpulan tips yang berhasil saya kumpulkan, thanks tuk bro Mantri yg dengan baik hati memberikan ilmunya di Motor+ edisi minggu ini, 29 Januari 2005.

  1. Sebelum menggenjot si gambot, sebaiknya dipanaskan cukup lama sebutlah 5 menit (tapi kelamaan juga ya?? Hehehehe) Tapi kan lumayan dari pada nanti mati sendiri, ya nggak?
  2. Ini tips paling canggih versi bro Sumantri dari Chips Motor. Gantilah pilot jet standar 12,5 dengan pilot jet 17,5. Jangan lupa sesuaikan stelan air screw dari semula ½ putaran kalau pake 12,5 jadi 1 putaran berlawanan arah jarum jam. Patokan pilot jet bergantung pula kondisi suhu harian motor dipakai. Bro Mantri menyarankan kalau untuk daerah dingin macam Bandung (termasuk Malang kali yee?) pakai pilot jet 15 dengan stelan air screw ¾ putaran.
  3. Tips hemat nih, kalau males beli pilot jet 17,5 rojok aja yg standar biar rada gedean (kata bro ARS di milis) trus rapetin deh busi sekitar 0,7 mm. Selebihnya setting lagi air screw (btw, ternyata kata mekaniknya ini bukan buat setelan angin tapi setelan pasokan bensin, jadi kudu pas bener!!).

0 komentar: